Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Bayangan abu abu cerita



Dentingan lagu jam satu lebih lima puluh dua menit mengalun pelan membisikan kegelisihan dari sepasang anak manusia dalam layar terang. Bicara kesenduan akan cinta terlarang yang terpaksa diikat karena kesalahan masa lalu. 

Seperti Emiliano yang bicara pilu dan tak tersadarkan setelah mengetahui kebenaran sang naskah ceritra bartender yang jenius mengolah kata dengan bumbu bumbu cinta, prisma yang berliku membentuknya menjadi kompleks drama mengasyikan. Buku dan kisah yang mengalir indah namun beracun itu memang patut diperhatikan dan di resapi, namun bukan dijadikan sebuah acuan gaya hidup dalam dunia yang sebentar. 

Ketika jari jari lincah menari berusaha menangkap loncatan kalimat dan sajak bermakna penuh nista yang berselubung kegembiraan semu, ada bayang ketakutan yang tidak dapat di acuhkan di akhir bulannya.

Kisah sepanjang masa yang mengabadikan cerita Cassanova memang tidak banyak, namun satu orang sepertinya dapat membuat lebih dari sepuluh orang terjatuh dalam racun Belladona berkhayal masuk indahnya nirvana dalam neraka. 

Mungkin salah satu obat penahan rasa nyeri yang bersinar laksana mutiara keluar dari balik rahim seorang ibu dapat menentramkan jiwa sementara dalam sebuah akhir cerita.

Yakinlah bahwa itu bukanlah akhir cerita indah .....

Rabu, 09 November 2011

Hidup = Tata Laksana Masalah & Konsekuensi !


Life is indeed difficult, partly because of the real difficulties we must overcome in order to survive, and partly because of our own innate desire to always do better, to overcome new challenges, to self-actualize. Happiness is experienced largely in striving towards a goal, not in having attained things, because our nature is always to want to go on to the next endeavor.
Albert Ellis, Michael Abrams, Lidia Dengelegi, The Art & Science of Rational Eating, 1992


Hidup itu untuk apa sih? buat lo yang jiwanya mungkin merasa dewasa atau merasa lebih punya pengalaman dan pengetahuan bisa jawab ini !


Kehidupan buat gue adalah suatu lingkaran siklus yang rumit dan terdiri dari banyak fase yang akan membuat pikiran dan jiwa kita semakin maju dan semakin dewasa dengan masalah dan problema sebagai tolak ukurnya. 
Nah lho! Ribet kan? tentu aja setiap pribadi masing masing memiliki banyak atau ekspetasi yang berbeda terhadap makna hidup sendiri.


Seperti postingan gue sebelumnya, hidup kita itu pasti akan selalu dikelilingi masalah dan pilihan. Hidup itu adalah untuk menghadapi masalah, dan hidup itu adalah pilihan. Sesuatu yang tidak bisa dilepaskan.


Contohnya tidak jauh, si A ingin jadi dokter, maka masalah yang dia hadapi adalah bagaimana dia bisa masuk ke fakultas kedokteran, bagaimana agar NEM nya bisa bagus, bisa lulus UAN, lalu bagaimana dia bisa membayar masuk uang pangkal pendaftaran dan tetek bengek lainnya, kemudian bagaimana dia harus bisa mengorbankan waktunya untuk belajar, tahan melihat mayat, darah dan seterusnya. 

Pilihannya, apakah dia harus mengurungkan niatnya karena malas buat mengejar NEM yang tinggi, atau lebih memilih belajar ekstra dengan bimbel, atau berusaha mencari informasi agar dapat beasiswa, berlatih diri meghadapi masalah kedokteran sekitar untuk persiapan mental, atau bisa juga dengan menyerah dan berhenti bermimpi karena merasa diri tak mampu lagi menghadapi masalah yang sedemikian banyaknya !.

Untuk menghadapinya memang banyak memerlukan latihan, kesabaran dan kemauan yang keras, latihannya bisa dimulai dari hal kecil seperti melaksanakan tata tertib di sekolah, ngerjain tugas yang di beri guru, mendengarkan petuah nasehat dari orang tua dan guru, serta mempraktikan sedikit demi sedikit semua yang sudah di ajarkan.


Tau film " YES MAN !"  ? film yang harus mengatakan ya pada semua orang ? coba deh tonton ! apa sih konklusinya ? Berani menerima konsekuensi dan masalah demi mengambil makna dan nilai positif didalamnya kan ? *maksa* hahaha :D

Begitupun yang lagi gue hadapin sekarang, hidup dengan kuliah berbahan sulit, masalah perasaan, pekerjaan dan problem problem sepele lainnya ditambah sekarang ada kesibukan baru, its talk about " heart". Betapapun banyaknya masalah the show must go on beib !.

Enaknya jadi backpacker kita banyak berlatih banyak dalam hal mengahadapi masalah masalah yang datang bertubi tubi dan sangat mendadak, setidaknya pelajaran ini bisa kita integrasikan kedalam kehidupan yang lebih universal.

Jadi gimana tanggapan mu?


Man is born to live, not to prepare for life.

Boris Pasternak (1890 - 1960), Doctor Zhivago, 1958

Selasa, 08 November 2011

Cerita di Halaman Baru


Ada banyak cerita cinta yang dapat dituliskan dan di ceritakan
tapi hanya sedikit yang bisa benar benar menggores di hati
Ada banyak kisah bahagia dan kesedihan, 
diantaranya seperti ceritaku dengan mu

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah film di sebuah channel TV luar negri, tepatnya negara tirai bambu yang sayangnya judulnya saya gak inget karena saya pun menontonnya dari tengah-tengah, tapi isinya bagus sekali dan benar benar sarat makna, engga seperti sinetron di tanah air kita *sabar ya ibu ibu sinetron mania* 

Secara garis besar ada tiga pasang pemeran utama dalam cerita ini, namun saya lebih tertarik pada duo aktor pasangan pemeran supir dan sekertaris milyarder, seperti yang anda bayangkan pria yang bekerja sebagai supir ini, dia jatuh hati dan suka kepada sang wanita yang penuh dengan talenta dan bakat, pria ini merasa dirinya tidak pantas untuk mendapatkan cinta, dan selama beberapa waktu dia hanya bisa melihat dari balik punggung, dekat membantu pekerjaan sang sekertaris tentunya dengan perasaan sakit karena harus memendam perasaannya.

Sang sekertaris seperti yang juga telah anda bayangkan, ia diam diam mencintai pria ini, hanya saja ia terlalu takut kepada perasaannya sendiri, sehingga tanpa sadar ia bersifat keras, agak kasar terhadapnya. Dia sadar, namun dia sendiri tak bisa mengontrol jiwanya.

Singkat cerita sang pria yang ternyata mempunyai bakat terpendam untuk mendesaign diminta untuk membuat pola pada sebuah gelas martini oleh sang sekertaris, dengan segenap hati sang pria ini membuatnya dan ia membantunya sambil memasukan unsur cinta dan perasaanya kepada wanita itu melalui karya martini berpola. Setelah karyanya selesai ia memberinya, namun karena salah tingkah dan grogi sang sekertaris malah marah dan membuatnya menjadi canggung ( baca = sikap atasan & bawahan ). Tak sadar dan tak tahan akhirnya sang pria mengucapkan "Aku mencintai Mu" dengan cepat  atau mengutarakan perasaannya, sekertaris yang kagetpun reflek bertanya apa yang tadi dia ucapkan, berulang ulang ia tanya namun dengan malu sang pria pun masuk dan kabur ke dalam rumah, meninggalkan sekertaris itu sendirian di tengah jalan yang gelap.

Lama waktu berlalu setelah kejadian itu, pria ini melihat sebuah acara reality show di tv rumahnya, seorang laki-laki yang telah ditinggal mati oleh kekasihnya, dia belum sekalipun mengutarakan perasaannya kepada wanita itu, dia menyesal sekali, apalagi setelah dia tahu bahwasanya wanita ini juga menanti dan menyukai dirinya. Penyesalan menjadi lapisan keratin yang terkelupas berubah jadi sejumput debu, terbuang tak berguna.

Terinspirasi dengan terburu-buru dia keluar rumahnya dan,...

Ya you know lah, happy ending story :)

Begitupun cerita saya, apa yang saya alami mirip seperti ini, film yang langsung menusuk ke organ vital hingga diam tak bergerak dan membuat saya duduk berfikir keras merenungkan semuanya. Setelah apa yang terjadi selama ini saya tidak ingin terlambat dan terulang lagi. Sudah cukup semuanya rasa sakit yang biru itu.

Dengan yakin hari ini pun saya buka lembar baru, bahkan mungkin buku baru, baju baru, rumah baru, tanah baru, pokonya baru we lah! :)
Sedikit saya dorong kembali kunci berkarat yang telah lama saya biarkan menggantung di dada saya ke dalam lubang kunci di hati yang baru pulih dari luka yang parah, saya putar dan saya buka sedikit hati ini kembali. Dengan suara berdecit terasa hempasan udara segar, mengusir kelembapan setelah bertahun tahun. Dia baru saja sadar terbangun dari tidur yang sangat panjang :)

Dengan kata lain saya sudah pacaran lagi dan saya sudah gak sendirian lagi :)
Semoga semua baik baik saja dan semoga saya tetap bisa mempertahankan udara segar ini selama mungkin dan semaksimal yang saya mampu.
 
Dengan ini aku menyukai mu....

7-11-11 Memory


referensi gambar
http://senjakakibukit.blogspot.com/2011_06_01_archive.html

Kamis, 01 September 2011

Pesona Sesungguhnya Cinta karena Tuhan

MD Picture


Percayalah, jika kau tidak punya siapa-siapa lagi selain Allah, Allah saja sudah lebih dari cukup ( Buya Hamka )

Lebaran kali terasa sangat berbeda, saya tidak mudik ke kampung sang bunda Solo, melainkan ber"lebaran" di kota ayahanda, Bekasi alias Jakarta.  Keluarga besar ayah kami memang sudah sangat merindukan kami karena sudah tiga tahun lamanya kami tidak kumpul bersama di hari satu tahunan ini.

Saya pribadi sudah sangat bersemangat untuk bertemu dengan sepupu sepupu saya yang jarang dapat berkumpul di hari biasa. Singkat cerita, seperti kebiasaan kami di tahun lalu para anak muda pergi jalan-jalan setelah seharian berkeliling rumah ke rumah. Tujuan kami kali adalah bioskop, yup! Nonton bareng di bioskop untuk pertama kalinya.

Dua hari sebelumnya saya sendiri habis nonton sebuah film yang terlihat klasik dan menarik bersama sahabat sahabat saya yang juga sangat jarang sekali bisa kumpul karena beda kota, mengagendakan diri  buka bersama kami menonton film itu. Film yang diadaptasi dari novel ulama besar terkenal dari Padang " Haji Abdul Malik Karim Amrullah " atau yang akrab di sapa Buya Hamka, singkatan dari nama beliau sendiri. Novelnya sendiri berjudul " Dibalik Lindungan Ka'bah". Film yang berjudul sama dengan novelnya ini merupakan film daur ulang yang dulu juga pernah dibuat pada tahun 80'an. 
Buya Hamka
Tidak sulit untuk memahami film ini bagi kami, karena film ini sendiri merupakan bagian dari jiwa dan hidup kami dulu ketika masih di pondok. Apa yang kami lakukan juga persis sama seperti itu. Bahkan ketika saat jatuh cinta!. 


Karena kedahsyatan, dan dalamnya pesan nasehat yang tertuang, saya pun ikhlas untuk menonton film ini kembali bersama sepupu sepupu saya, berharap mereka dapat mengambil hikmah yang sangat sangat berharga dari film ini. 


Film yang berlatar utama di Padang pada tahun 1920'an ini sangat menyayat hati, saya tidak akan menceritakan bagaimana jalan cerita film ini, melainkan apa yang bisa saya tangkap dari film ini. 

Berkisah tentang seorang anak yatim yang telah lama di tinggal sang ayah, anak laki-laki yang menggantungkan diri pada Tuhannya, sholeh, taat agama, cerdas, dan sangat cinta patuh pada ibunya. "Hamid" ia dibesarkan oleh majikan ibunya yang baik hati mau menyekolahkannya hingga ke thawalib.  Kecerdasannya dibuktikan dengan terpilihnya ia sebagai salah satu dari tiga orang yang lulus dan dapat diterima masuk ke thawalib.

Cerita di mulai dengan jatuh cintanya Hamid kepada Zaenab, anak "engku Ja'far" sang majikan. Begitupun Zaenab, ia bahagia dan cinta terhadap Hamid. 



Hari hari menjadi indah dan berwarna dihiasi oleh tawa dan keceriaan mereka, mabuk cinta dan bahagia karenanya. Namun ini hanyalah pintu masuk yang menyeretnya masuk kedalam masalah yang lebih besar. 


Sang bunda mengetahui jika anaknya jatuh cinta kepada putri tuannya sehingga ia menasehati anaknya dengan perumaan yang indah, bukti cinta dan kekhawatiran khas ibu " Emas takkan setara dengan loyang, dan Sutra takkan sebanding dengan benang. ". Ibunda hamid khawatir dengan persasaan yang ada pada anaknya, hal ini dikarenakan status mereka yang berbeda, terlebih sang ibu sudah sangat bersyukur ia dapat lama bekerja di keluara engku Ja'far dan juga telah menyekolahkan anaknya, " itu sudah lebih dari cukup ". 


Ketulusan, keikhlasan dan kesholehan Hamid pada sang ibu dibuktikan dengan jawaban yang diberikan saat ibunya ragu dan merasa sedih ketika ia merasa bahwa semua kecerdasan, kesholehannya hanya sedikit peran yang ia turunkan kepada Hamid, dengan berkata " Janganlah liat dari apa yang tampak, apa yang tampak berasal dari apa yang tak tampak", " Anugrah terbesar yang Allah berikan adalah cinta ibu... " Subhanallah!. 



Konflik dimulai ketika Hamid dan para pemuda mengikuti lomba debat dan di saksikan semua warga kampung, namun tidak Zaenab karena diberikan tugas untuk menyelesaikan pembukuan oleh sang ayah. Dengan sekuat tenaga Zaenab cepat cepat menyelesaikan hitungan tersebut dan buru-buru pergi ke surau dengan Rosma, sahabatnya. Dengan kecepatan maksimal digoesnya sepeda mereka, namun malang karena saking cepatnya sepeda Zaenab tidak bisa dikendalikan dan terjatuh ke sungai, ia tenggelam. 


Rosma hanya bisa berteriak histeris meminta tolong sehingga semua warga yang ada disurau mendengarnya dan bergerak menolongnya, dengan sigap Hamid yang baru saja selesai beretorika  mengutarakan definisi Wanita ikut mengikuti panggilan. Hamid pun terjun ke sungai dan menolong ketika tahu siapa yang tenggelam.

Setelah dibawa dan diangkat ke darat, ternyata Zaenab sudah tidak bernapas. Hamid dengan segenap kekuatannya mencoba melakukan pernapasan buatan, alhamdulillah cukup dengan dua kali napas buatan Zaenab pun batuk dan tersadar. Sang putri dibawa pulang, namun yang tersisa hanya tatapan sinis dan jijik warga kampung kepada Hamid. Karena ketidak tahuan mereka menganggap itu salah dan sesuatu yang tabu.



Ketegaran Hamid terlihat ketika ia ikhlas untuk mendengarkan dan mau menjalankan hukum adat demi tegaknya agama di kampungnya. Sebagai tertuduh dan terfitnah ia terpaksa harus diusir dari kampung, meninggalkan ibunya yang sudah tua dan sakit itu sendirian.

Ada yang menarik bagi saya tentang kasih saya ibu kepada anaknya, ketika semua orang mengusir anaknya, bahkan ada yang meludahi anaknya, dengan sabar dan penuh kasih sayang, tangan tua ibunya sendiri membersihkan wajah anaknya dari ludah yang menghinakan.
 

Sakit dan perih karena terkucilkan, diabaikan, diusir dari kampung yang telah membesarkannya terlebih meninggalkan bunda yang sakit dirumah tetap tidak meluluhkan ketegaran Hamid. Semua karena nasehat ibunya, "Percayalah, jika kau tidak punya siapa-siapa lagi selain Allah, Allah saja sudah lebih dari cukup".

Tetap sabar, terus bertawakal kepada Allah dan hanya kepada Dia menggantungkan semua kesedihan, akhirnya Hamid tiba di stasiun dan bekerja disana sebagai kuli panggul. Suatu ketika disaat bekerja, Hamid melihat engku Ja'far, orang yang sudah dianggap ayahnya sendiri, berangkat ke tanah suci dan harus menggunakan kereta agar sampai ke Medan dan meneruskan perjalanan dengan kapal laut berlayar menuju Pelabuhan Jeddah. Tanpa bisa pamit dan hanya bisa melihat dari kejauhan, hamid menahan perasaan dan kesedihnya kemudian kembali berkerja.

Setelah sekian lama, datanglah dua orang pemberi kabar berseragam coklat ke rumah engku Ja'far
dan memberikan kabar duka kepada ibunda Zaenab, bahwasanya kapal terakhir yang ditumpangi jama'ah haji terbakar dan tenggelam tanpa menyisakan satu orangpun yang selamat.  Begitupula Hamid, ia menanyakan kebenaran berita tersebut dan terpaksa menelan kembali dan menambahkan pil pahit penderitaan dengan meninggalnya engku Ja'far. 


Hal tersedih yang paling mengena dalam hati saya adalah ketika Hamid di panggil pulang oleh Shaleh, sahabatnya karena sang bunda sakit. Hamid pun lekas berangkat dan menuju rumah engku Ja'far menjemput sang ibu. Hamid meminjam kereta kuda dan berkehendak membawa sang ibu berobat, namun tak disangka sang ibu meninggal, beliau meninggal di peukan Hamid, setelah memberikan nasehat terakhir, dan perhiasaan emas hasil jerih payahnya bertahun tahun bekerja kepada engku Ja'far. 

Mohon maaf selebihnya saya tidak bisa menjelaskan ceritanya lebih detail, hati saya terlalu sakit karena menahan haru dan kesedihan.

Saya sangat sangat merekomendasikan film ini!. Film ini sarat makna dan mengajarkan pendidikan budi pekerti yang sudah jarang kita temui. Film yang meraba rasakan kasih saya orang tua dan agamanya. Percayalah, anda akan dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga.



Cinta itu berasal dari Allah, Dia yang menumbuhkan, Dia yang menghadirkan, namun semua tergantung padamu bagaimana dia di letakkan. Kembalikanlah kepada yang menciptakannya niscaya kau kan bahagia :)
Baca doang ga kasih komen ? Ga gaul cuy !