Jumat, 18 Februari 2011

Cerita Cinta yang jatuh


♥ Cinta itu menyembuhkan, bukan membuat sakit !
Jika menyakitkan, maka itu bukanlah cinta !

Saya mendapatkan kata-kata ini ketika di SMP dulu saat membaca sebuah novel islami tentang definisi cinta, yang pada dasarnya kalimat ini adalah hasil atau buah pemikiran intelektual islam dan ulama terkenal "Ibnu Atthoilah".

Sangat indah dan dalam makna yang ada di dalam kalimat ini, sehingga membuat hati saya tersentuh dan saya menjadikannya falsafah hidup saya walau sempat ter lupakan. Tak dapat di pungkiri saya telah mengenal kata " X " (baca: cinta), semenjak saya kelas 4 sekolah dasar, hal yang aneh menurut saya sekarang ya bagaimana bisa seumur itu sudah tahu ?.

Banyak klasifikasi dari "X" yang pernah saya baca, hanya saja sedikit yang saya mengerti, contohnya
cinta monyet
. Saya pikir semua anak kecil di dunia pernah mengalami hal yang sama, hanya berbeda cara menyikapi nya. Saya termasuk beruntung saat itu karena di masa cinta monyet saya, saya tidak sempat mengatakan atau mengutarakan perasaan saya, walau banyak bujukan, rayuan dan hasutan yang bercampur dengan perasaan iri, cemburu dan penasaran. Sangat menderita saat itu, hati gelisah, tidak tenang, makan jadi tidak nafsu, bahkan saya sempat membeli cincin - cincin dari perak alias cincin KW buat si doi. Ketika itu bulan februari 8 atau 9 tahun yang lalu (sekarang 2011) saya merasa orang yang paling merana sedunia karena teman wanita yang saya incar ternyata sudah berhubungan dengan orang lain, saya masih ingat karena masih sering membahas masalah ini dengan sepupu perempuan saya jika bertemu (hehehe), dan akhirnya alhasil balas dendam di pertengahan sekolah dasar kelas 6, saya memiliki pacar dari SMP sebelah (bukan saya yang nembak suer !, hanya saja ceritanya hanya sebentar karena orangnya pindah keluar pulau.

Sejarahnya, saya pernah bersekolah di sebuah SLTP negeri di Jakarta, sekolah yang saya idam-idamkan sejak saya SD, sekolah yang ibu saya ingin saya masuk ke dalamnya, hingga harus terpaksa belajar setiap habis subuh dengan ibu. ( baca: belajar sambil nonton MTv ) :p

Saya ingat sebuah kronologi yang akan menghancurkan hati saya, di tahun pertama saya masuk SMP. Ketika saya duduk di kelas satu dan entah dalam pelajaran apa saya mengobrol dengan teman sebangku tentang guyonan bukan pelajaran! ( jangan contoh ini ) hingga akhirnya saya menatap pada satu teman sekelas saya yang sangat anggun saat itu. saya akui saya sangat suka melihatnya karena teman saya ini terlihat dewasa di mata saya. Dia pendiam, murah senyum dan baik kepada siapa saja, hanya saja walaupun sekelas, saya dan dia belum pernah bicara satu patah kata pun ( baca : saya takut ). Mengerikan sekali perasaan saya ! seperti cerita-cerita khayalan di film atau novel, sampai satu tahun itu saya hanya bisa melihat sosok nya, melihat punggungnya atau hanya menulis puisi yang selalu saya simpan di diary saya. Hal ini hanya diketahui oleh sahabat saya atau teman se bangku saya, sehingga saya bisa bilang hal ini lebih menderita dari pada di SD dulu tentu saja saya sadar bahwa ini karena ketakutan saya dan ketidaksiapan saya, tidak ada yang mengobati atau bisa menghibur sehingga membuat saya menjadi pribadi yang pendiam dan pemurung. Celakanya saya tidak bisa mengendalikan dan merubah hati saya, walau ada ajakan dengan teman wanita lain hal ini malah membuat saya semakin skeptis dan menjadi sinis. (sekarang saya sadar kalo ini gejala gangguan jiwa :p )

Alhasil lagi-lagi ternyata hanya cinta monyet! :D

Memasuki kelas dua SMP, saya pindah sekolah dan pindah tempat tinggal ke sebuah pesantren di daratan Banten Selatan, alih-alih kabur alis pelarian dari masalah cinta, saya sangat gembira pindah ke sekolah baru ini. Tanpa saya sadari hanya berpindah dari rahang Singa ke rahang Buaya.
Saya masuk ke dalam kelas satu kembali, alias mengulang satu tahun karena semua pelajaran di SMP dan SMA disini semua berbahasa arab, dengan terpaksa saya ikuti karena memang terlanjur berpamitan dengan teman-teman di sekolah lama. " Wanita tidak akan pernah menjilat ludahnya sendiri" kata Vermouth, yang menurut saya justru laki-laki pun begitu dan akan saya buktikan! saya tidak akan pernah kabur dari pondok ini minimal sampai tamat SMP.

Saya lebih menutup hati dan memproteksi diri saya, karena perasaan sakit dan perih saya masih belum hilang, yang tanpa saya sadari hanya dengan dua bulan saja saya sudah benar-benar bisa melupakan semua hal tentang dia. Ternyata benar hanya nafsu semata!. Di sekolah baru ini semua hal yang berbau ilmu dan pelajaran sangat menarik hati dan mampu membuat hari-hari menyenangkan dan membahagiakan hingga akhirnya saya harus bertengkar ( baca: perang dingin ) dengan teman wanita sekelas saya ini. Hal sepele, semua berasal dari nilai rapot, rangking, keaktifan dan lain-lain yang menurut saya positif dan akhirnya saya kembangkan menjadi sebuah motivasi besar untuk mengalahkan dia.

Menurut saya waktu itu dia adalah seorang yang sangat pintar, keras kepala, tomboy, dan sangat cuek mungkin bisa dibilang aneh, hingga akhirnya perasaan benci saya berubah menjadi perasaan yang sama seperti saya SD dan SMP dahulu, ya perasaan ini berubah tahap demi tahap hingga terbentuk warna yang jelas dan indah kembali, bedanya dari yang lalu semua masih bisa dikontrol dan dijadikan motivasi kembali tanpa saya pernah akui bahwa itu adalah kata "X" kembali.

Semua berubah ketika kami naik ke kelas dua, di mana kami berpisah karena kami tidak sekelas lagi, yang tanpa saya sadari bahwa itu adalah saat saat terakhir saya bisa menatap matanya dari jarak yang dekat, mendengar dia menyanyi didepan kelas, dan melihat air matanya untuk terakhir kalinya. Di akhir tahun ajaran itulah saya ucapkan pada diri saya bahwa saya telah jatuh " X " kepada dia :) .

Perasaan saya semakin besar, hingga menjadi perasaan rindu yang sangat besar karena tidak pernah bertemu, hanya bertanya dengan pertanyaan terselubung kepada teman sekelas nya tentang kabar dan keadaan dia. Saya mempunyai kebiasaan belajar baru semenjak itu, yaitu belajar malam dikursi yang dia tempati ketika pagi hari, mencoret-coret kursi dan membuat kode teka-teki di mejanya.
Tidak berubah sampai kelas tiga saya tetap menyukainya, hingga saya tidak tahan dan akhirnya menulis surat kepada dia, "speak-speak" pinjam buku, baca komik ciptaan dia, nanya kabar bahkan sampai yang engga jelas, yang sekali lagi tidak saya sadari bahwa itu adalah saat terakhir saya bisa surat-suratan dengannya, karena saya harus pindah sekolah SMA di Sukabumi, Jawa Barat.

Singkat cerita kami tidak pernah bertemu dan berbicara secara langsung semenjak kelas satu SMP, hingga pada akhirnya diakhir kelas sau SMA saya mendapatkan nomor handphone nya dan dapat kembali berkomunikasi walau hanya dengan sms biasa, bagi saya itu sangat menggembirakan dan menyenangkan hati saya hingga tepat semalam sebelum saya berangkat lomba utusan daerah dan sekolah ke RAIDA Jabar tanggal 5 Juli 2007 untuk pertama kalinya dengan tulus saya meminta dia menjadi
pacar
dan dengan menegangkan dia menerimanya dengan suara dan kalimat-kalimatnya yang khas :) . ( masih terngiang sampai sekarang ).

Senang, sedih, kangen, semua bercampur jadi satu selama bersama, ya kami melakukan LDR karena berbeda kota, tidak pernah bertemu dan hanya berpacaran via telepon dan sms jika sempat. Saya sempat merasa jenuh, namun semangatnya membuat saya terbakar kembali, begitupun disaat dia jenuh saya memberinya semangat, kami bertahan dalam hubungan LDR ini.

Hingga akhirnya dia menjadi sulit dihubungi dan jarang sekali kami berkomunikasi semenjak pertengahan agustus, dan membuat semua berubah dan menimbulkan kecurigaan serta kecemburuan saya. Tanpa saya mau mendengar penjelasan dia, dan tidak mau mengerti keadaan dia karena memang dia tidak pernah mau cerita keadaannya. Saya pun menyusul nya ke sekolah lama kami, sekolah tempat kami pertama bertemu, di samping ingin meluapkan rindu, juga bertugas mengikuti lomba Pramuka di Sekolahnya selam empat hari. Selama empat hari saya mencari tapi tidak ketemu, bahkan tidak ada yang tahu kabarnya hingga di hari terakhir saya tahu bahwa dia izin pulang ke rumah karena suatu hal. Kecewa, marah, kesal, semua bercampur aduk ingin sekali meluapkan semua emosi yang ada, namun semua menguap begitu saja begitu tahu saya dan tim kami membawa piala dan medali yang sangat banyak karen juara.

Begitu sampai di sekolah kami di Sukabumi, saya langsung menelepon dan sedikit marah bertanya mengapa tidak bilang kalau dia izin ke rumah, namun dia menjawab hanya dengan satu kata "maaf", hingga saya tidak tega dan diam. Saling diam, diam, dan diam hingga akhirnya kami mengakhiri pembicaraan kami.
Saya merasa bodoh karena itu adalah ucapan terakhir yang saya dengar untuk terakhir kalinya !!!
Tanggal 3 September 2007 adalah hari yang paling mengerikan sepanjang hidup saya, tepat jam 10 pagi saya mendapat sms dari kakaknya dengan isi

" Assalamualaikum indra, mohon maaf
Pipit Muftihat
telah meninggal dunia jam ########################################....."

Mungkin anda bisa membayangkan apa yang terjadi, tapi anda tidak bisa membayangkan apa yang saya rasakan. Hancur, hancur, hancur dan hancur !!! dan menyisakan luka yang sangat dalam bahkan tidak akan pernah bisa benar-benar sembuh!
sampai sini sangat sulit untuk kembali menuliskan kisah saya.

Namun ternyata banyak hikmah yang bisa saya ambil, selama kita semua mencintai benda, hewan, manusia yang tidak abadi, maka kita akan mendapatkan perih, luka dan penderitaan bahkan seumur hidup. Namun berbeda jika kita mencintai yang Abadi, ALLAH Swt.
Sebenarnya Allah Swt telah banyak memberikan karunia dan nikmatnya, Allah memberikan cintanya, walaupun mereka lupa kepadaNya.
Saya pribadi menyadari kesalahan saya, karena saya mencari-cari pembenaran akan apa yang saya lakukan. Pada dasarnya manusia tidak akan benar-benar merasa kehilangan sebelum dia merasakan kehilangan hal yang paling dicintainya.
Manusia mempunyai kecenderungan untuk selalu mencari pembenaran dan menghindar dari kebenaran yang sudah sangat jelas. Karena itu coba raba kembali dan renungkan kembali..

UNTUK APA KITA HIDUP DAN DI HIDUPKAN DI DUNIA INI ?
NIKMAT TUHAN MU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAI?

Semua orang sudah tau hukum, hanya kita yang mengabaikannya! teringat teman saya jika saya ingin melakukan hal yang buruk selalu berkata, " Lu udah tau lah ndra! ", yang bagi saya adalah pecut api untuk membakar kebodohan saya, jangan sampai menjadi orang yang termasuk merugi dan nanti berkata " ya Tuhan kami lebih baik jika kami tetap menjadi tanah ! "

Jadi siapakah yang sebenarnya harus kita cintai?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Gimana tanggapan mu ?, Kasih tau dan komen disini yaa :D

Baca doang ga kasih komen ? Ga gaul cuy !